KEGIATAN

Harga Elektronik Berisiko Naik akibat Gangguan Pasokan Resin

Gangguan produksi resin di Arab Saudi mulai menekan rantai pasok elektronik global. Diberitakan CNBC, Minggu (7/6/2026), masalah muncul setelah kompleks petrokimia dan industri Jubail di Arab Saudi terkena rudal Iran pada 6 dan 7 April. Serangan tersebut memperparah tekanan terhadap pasokan resin dunia. Sebelumnya, pabrik di kawasan itu sudah ditutup

Selengkapnya »

Rencana Mendag Redam Gejolak Dolar AS Pakai Sistem Barter

Nilai tukar rupiah telah menyentuh level Rp18.000 per dolar AS. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso membuka alternatif lain untuk mengurangi gejolak nilai tukar terhadap perdagangan Indonesia, termasuk sistem barter dengan Filipina. Budi mengatakan upaya ini diinisiasi setelah adanya pertemuan dengan pengusaha asal Filipina dalam gelaran ASEAN beberapa waktu lalu. Menurutnya,

Selengkapnya »

Breaking News! Dolar AS Naik ke Rp18.050

Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Jumat (5/6/2026). Melansir data Refinitiv, rupiah dibuka melemah 0,17% ke level Rp18.050/US$. Pelemahan ini melanjutkan tekanan pada perdagangan sebelumnya. Pada Kamis (4/6/2026), mata uang Garuda ditutup melemah 0,45% ke level Rp18.020/US$. Pergerakan rupiah hari ini diperkirakan dapat

Selengkapnya »

Danantara Bakal Terbitkan Merah Putih Bond, Purbaya Siapkan Insentif

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tengah menyiapkan insentif untuk penerbitan surat utang yang akan dilakukan oleh Badan Pengelola Investasi Danantara. Tujuannya, agar para investor tertarik membeli. Purbaya mengatakan dalam RUU tentang Perubahan UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) yang baru saja disahkan jadi UU, ditetapkan Danantara

Selengkapnya »

Asing Terus Angkat Kaki, IHSG dan Rupiah Kompak Tersungkur

Tekanan terhadap pasar keuangan Indonesia kembali berlanjut pada perdagangan Kamis (4/6/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,70 persen ke level 5.839,785. Pada saat yang sama, nilai tukar rupiah kembali mencatatkan rekor pelemahan baru dengan menembus level Rp18.000 per dollar AS. Dari sisi arus modal, investor asing kembali membukukan

Selengkapnya »

Hapus Tagih Utang UMKM Diperluas Hingga ke Lembaga Non-Bank & BUMD

Komisi XI DPR RI bersama pemerintah menyepakati Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). RUU P2SK ini akan disahkan dalam Rapat Paripurna DPR hari ini, Kamis (4/6/2026). RUU P2SK ini akan memberikan payung hukum untuk melakukan hapus buku dan

Selengkapnya »

Rupiah Dekati Rp 18.000, Purbaya Ungkap Penyebab Rupiah Anjlok

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pelemahan rupiah dalam beberapa hari terakhir lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen dan rumor yang berkembang di pasar, bukan karena memburuknya fundamental ekonomi maupun kondisi fiskal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Rupiah ditutup anjlok 0,72% ke level Rp17.967 per dolar AS pada Rabu (3/6/2026).

Selengkapnya »

PP 19/2026 Terbit, Danantara Bisa Bentuk Lebih dari Satu Holding BUMN

Pemerintah resmi menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2026 yang mengubah ketentuan dalam PP Nomor 10 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kelola Badan Pengelola Investasi Danantara. Melalui perubahan Pasal 4, Danantara memperoleh sejumlah kewenangan strategis meliputi pengelolaan dividen dari holding investasi, holding operasional, maupun BUMN sesuai kepemilikan saham

Selengkapnya »

Rasio Kredit ke Ekonomi Hanya 32%, Himbara Serukan Konsolidasi Bank

Ketua Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) Putrama Wahju Setyawan mengungkapkan rasio kredit terhadap perekonomian Indonesia masih relatif rendah dibanding negara lain di kawasan Asia Tenggara. Putrama menyebut rasio kredit terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia hanya sekitar 32%. Besaran tersebut jauh lebih kecil dibandingkan Thailand, Malaysia, Singapura, dan Vietnam. Putrama menyebut

Selengkapnya »

Surplus Dagang Menipis, Defisit Transaksi Berjalan RI Terancam Melebar

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan Indonesia mengalami penyusutan yang dalam pada April 2026, menjadi hanya sebesar US$90 juta, dari sebelumnya tercatat US$3,32 miliar pada Maret 2026. Kondisi itu dipicu melesatnya impor Indonesia dengan kenaikan 22,49% pada April 2026 menjadi US$25,21 miliar, sedangkan ekspor pertumbuhannya lebih rendah yakni 21,98%.

Selengkapnya »
Search