KAI Targetkan Akuisisi INKA Rampung November, Integrasi Dimulai Tahun Depan

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menargetkan proses akuisisi PT Industri Kereta Api (INKA) dapat diselesaikan pada November 2026. Menurut Direktur Portofolio Manajemen dan Teknologi Informasi KAI I Gede Darmayusa, Danantara telah memberikan mandat kepada KAI dan INKA pada 18 Mei 2026 untuk melakukan proses uji tuntas (due diligence) serta kajian untuk memperkuat kepastian pasokan sarana perkeretaapian, meningkatkan efisiensi operasional, membangun sinergi jangka panjang, serta mendukung perbaikan fundamental bisnis INKA.

Gede menjelaskan, kebutuhan sarana perkeretaapian KAI dalam lima tahun mendatang telah dipetakan secara rinci. Kebutuhan tersebut mencakup sekitar 2.000 gerbong bottom dump, 1.200 gerbong datar, 652 kereta penumpang, dan 30 rangkaian kereta rel listrik (KRL) untuk wilayah Jabodetabek. Integrasi diharapkan mampu meningkatkan ketepatan waktu pengiriman dan kualitas produk kereta yang dipasok kepada operator.

KAI memperkirakan integrasi dengan INKA akan memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan keuangan INKA. “Dari kondisi yang ada, order yang kira-kira sudah kita amankan buat INKA lima tahun ke depan itu sekitar Rp18,9 triliun. Sedangkan bisnis MRO atau recurring income itu sekitar Rp3 triliun per tahun, sehingga dalam lima tahun ke depan itu sekitar Rp15 triliun,” kata Gede. Dengan demikian, total potensi pendapatan yang dapat diperoleh INKA dalam lima tahun ke depan mencapai sekitar Rp33,9 triliun.

Search