Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui pelemahan nilai tukar rupiah mulai menekan pelaku usaha kecil, termasuk pedagang tahu dan tempe. Meski begitu, pemerintah belum melihat pelemahan daya beli masyarakat secara menyeluruh. Purbaya mengatakan, tekanan mulai terasa pada biaya produksi. Kondisi ini terjadi karena sebagian pelaku usaha masih bergantung pada bahan baku impor.
Purbaya juga meminta laporan penurunan omzet warung tegal atau warteg tidak langsung dijadikan dasar untuk menyimpulkan daya beli masyarakat melemah. Ia mengaku akan menelusuri informasi tersebut. Namun, kondisi sejumlah warteg belum tentu mencerminkan situasi ekonomi nasional. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya ingin menjaga stabilitas indikator ekonomi makro. Pemerintah juga ingin manfaat stabilitas itu terasa langsung oleh masyarakat.
