Eksekusi Hotel Sultan Blok 15 di Gelora Bung Karno (GBK) diwarnai kericuhan hingga massa melemparkan batu dan kayu. Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto dan mantan Kepala Staf Kostrad Kivlan Zen mengalami luka. Saksi mata dari pegawai Pusat Pengelolaan Kompleks Gelanggang Olahraga Bung Karno (PPK GBK) Bram mengatakan bahwa Wamensesneg Bambang terkena batu saat kericuhan. Posisi Bambang berada dekat dengan aparat saat kejadian. Bram menyebutkan luka Bambang berada di kaki kiri.
Sementara Kivlan Zen yang hadir sebagai kuasa hukum pihak ahli waris berdiri di barisan massa yang menolak eksekusi. Kericuhan pecah selepas Panitera PN Jakarta Pusat membacakan putusan eksekusi. Kivlan Zen mengatakan dia terluka ketika berupaya bernegosiasi dengan polisi. Ia terkena kawat duri pembatas yang menyebabkan luka di tangannya.
Selain itu, sebanyak 29 personel mengalami luka buntut kericuhan saat eksekusi. Diketahui, proses eksekusi ini melibatkan 3.161 personel gabungan untuk pengamanan. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menerangkan sebanyak 26 polisi di antaranya mengalami luka ringan akibat lemparan batu dari massa. Sisanya ada dari TNI dan sipil yang mengalami luka.
