Penguatan kelembagaan partai politik diharapkan masuk dalam agenda revisi Undang-Undang Pemilihan Umum sebagai upaya untuk memastikan fungsi partai politik dijalankan dengan baik.
Temuan survei Litbang Kompas yang digelar pertengahan April 2026 menemukan 61,9 persen menyatakan bahwa agenda penguatan partai politik (parpol) perlu masuk dalam draf revisi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu). Selain itu, penguatan partai politik menjadi penting melihat penilaian Indeks Pelembagaan Partai Politik yang dirilis Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Oktober 2024 yang menyimpulkan tidak semua parpol memenuhi standar kelembagaan yang ideal.
Begitu juga dengan nilai Indeks Integritas Partai Politik (IIPP) 2025 yang juga dirilis oleh Pusat Riset Politik BRIN bersama Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan pada Februari 2026. Dari hasil pengukuran, IIPP 2025 secara umum berada di angka 61,22. Angka ini masuk dalam kategori berintegritas sedang dan belum mencapai baseline yang ditetapkan pada 2024, yakni 62,83. Sementara itu, dari sejumlah survei Litbang Kompas sejak 2015 hingga 2025, misalnya, rata-rata citra positif parpol berada di angka 51 persen. Artinya, rata-rata ada 49 persen responden yang memandang citra parpol masih buruk.
Oleh karena itu, momentum revisi UU Pemilu semestinya tidak melupakan pentingnya agenda penguatan kelembagaan parpol. Parpol seharusnya tidak terjebak dalam zona nyaman masa jabatan ketua umum parpol sehingga proses regenerasi kepemimpinan nasional tidak terhambat. Hasil survei Litbang Kompas merekam sebanyak 82,9 persen responden memandang perlu ada pembatasan masa jabatan ketua umum parpol. Zona nyaman lainnya adalah proses kaderisasi dan rekrutmen parpol yang sebagian besar dilakukan pada saat tahapan pemilu dan sporadis terutama terkait syarat kuota 30 persen calon anggota legislatif perempuan. Begitu juga dengan pencalonan anggota legislatif dimana perlu adanya pembatasan periode bagi kader parpol yang menduduki kursi legislatif di level yang sama.
