Partai Gerakan Rakyat Dorong Ambang Batas Parlemen 0 Persen

Partai Gerakan Rakyat mendorong agar parliamentary threshold atau ambang batas parlemen pada pemilihan umum (Pemilu) 2029 turun hingga 0 persen. Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat Sahrin Hamid menilai pemberlakuan ambang batas selama ini membuat suara rakyat tak terkonversi.

Sahrin mengatakan penyederhanaan terhadap ambang batas sebaiknya dilakukan di tingkat fraksi. Menurut dia, praktik penyederhanaan melalui fraksi ini pernah dilakukan. Mengingat MK telah memutuskan ambang batas parlemen sebesar 4 persen dan tengah dalam pembahasan oleh DPR, angka ideal untuk ambang batas tersebut masih dalam kajian.

Berbeda dengan Politikus Partai NasDem Muhammad Rifqinizamy Karyasuda yang mengatakan ambang batas parlemen dinaikkan menjadi 7 persen sebab kenaikan itu akan memberikan dampak yang positif. Ambang batas memang menyebabkan jutaan suara terbuang namun penghapusannya juga tidak menjadi jawaban.

Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial Center for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandes mengatakan sejatinya tidak ada angka ideal untuk menentukan besaran ambang batas parlemen. Sebab, ambang batas umumnya ditentukan berdasarkan keputusan politik, bukan perhitungan mekanis. Arya mengusulkan agar ambang batas dilakukan penurunan dalam dua siklus pemilu, yakni 3,5 persen untuk 2029 dan 3 persen untuk berikutnya.

Search