Kasus campak terus meluas di Indonesia. Sepanjang tahun 2025 sudah terdapat 18 kasus kematian akibat penyakit ini yang dilaporkan ke Kementerian Kesehatan. Sebanyak 17 kasus berasal dari Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dan satu kasus di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Dijelaskan oleh dokter spesialis anak Ria Yoanita, campak memang penyakit yang bisa menyebabkan komplikasi berbahaya, bahkan kematian. Campak adalah infeksi virus yang sebenarnya bisa sembuh sendiri, tapi komplikasinya bisa berat dan berbahaya. Virus campak sangat menurunkan daya tahan tubuh sementara (imunosupresi), sehingga penderitanya rentan terkena infeksi lain. Ia mengatakan, komplikasi berat seperti pneumonia dan ensefalitis adalah penyebab utama kematian anak akibat campak. Virus campak menginfeksi sistem pernapasan seperti hidung, tenggorokan, dan paru-paru, kemudian menyebar ke seluruh tubuh melalui darah (viremia). Organ yang diserang atau terdampak berat meliputi paru-paru sehingga terjadi pneumonia, otak sehingga terjadi radang otak, serta serta risiko SSPE (penyakit syaraf progresif fatal yang muncul beberapa tahun kemudian).