Skor PISA Rendah, Kemendikdasmen: Dongkrak Literasi-Numerasi Siswa Tak Bisa Hanya dengan “Drilling” Soal

Kemampuan literasi dan numerasi peserta didik Indonesia dinilai masih memerlukan perhatian serius, tercermin dari posisi Indonesia yang belum menunjukkan peningkatan signifikan dalam hasil Programme for International Student Assessment (PISA). Pembina Tim Kerja Peserta Didik dan Penguatan Karakter Direktorat SD Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Minhajul Ngabidin, menilai persoalan ini tidak dapat diatasi hanya melalui metode pembelajaran konvensional di kelas. Pendekatan yang terlalu menekankan hafalan dan latihan soal justru berisiko menurunkan motivasi belajar siswa.

Sebagai solusi, ia mendorong penyediaan ruang belajar alternatif yang kompetitif sekaligus kolaboratif, seperti kegiatan cerdas cermat yang berorientasi pada kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS). Kompetisi pembelajaran semacam ini dinilai mampu meningkatkan literasi dan numerasi karena tidak lagi menitikberatkan pada hafalan, melainkan pada kemampuan analisis, pemecahan masalah, dan pemahaman konsep secara mendalam.

Di sisi lain, langkah paling fundamental untuk meningkatkan capaian pendidikan nasional tetap berada pada penguatan kemampuan membaca dan menulis sejak usia dini. Minhajul menekankan pentingnya membangun ekosistem literasi yang menyenangkan agar siswa tidak merasa terbebani. Pemerintah dan sekolah diharapkan menyediakan akses serta media belajar yang kreatif dan menggembirakan, sehingga kegiatan membaca dan menulis tumbuh menjadi kebiasaan alami sekaligus menjadi fondasi utama untuk peningkatan kualitas pendidikan Indonesia.

Search