Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) terus berupaya mendorong pengusaha penggilingan padi di Indonesia untuk beralih dari mesin diesel ke listrik. Langkah ini diambil untuk menciptakan sistem perberasan yang lebih berkelanjutan dan rendah emisi karbon di tanah air. Ketua Umum Perpadi, Sutarto Alimoeso, menjelaskan bahwa program kemitraan strategis Uni Eropa-Indonesia dalam transisi hijau, khususnya di sektor pertanian, telah dimulai sejak 2022. Dalam periode tersebut, Perpadi telah memberikan pendampingan kepada 150 penggilingan padi kecil serta penggilingan padi menengah dan besar. Sutarto menjelaskan bahwa selama ini, penggilingan padi kecil menggunakan diesel, menggunakan solar. Dengan program ini mereka diarahkan untuk berpindah ke listrik untuk mengurangi emisi karbon sekaligus berdampak pada efisiensi penurunan biaya produksi sebesar 35-45 persen.