WHO Rilis Kerangka Kerja Keberlanjutan untuk Dekarbonisasi Sektor Farmasi

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis kerangka kerja global berjudul “Towards a greener pharmaceuticals’ regulatory highway: a framework for regulators as enablers of decarbonisation” pada tahun 2026. Panduan ini diterbitkan untuk mengatasi tingginya lonjakan emisi gas rumah kaca dari sektor farmasi yang meningkat hingga 77 persen pada rentang 1995–2019, serta dampaknya terhadap ketahanan rantai pasokan obat akibat perubahan iklim. Pedoman ini bertujuan untuk memandu lembaga pengawas obat di seluruh dunia dalam memangkas jejak karbon industri tanpa mengurangi mutu, keamanan, dan keampuhan obat.

Kerangka kerja tersebut berfokus pada tiga pilar utama: edukasi, standar aturan, dan inovasi regulasi. Pilar edukasi berfokus pada pelatihan tentang isu iklim bagi badan pengawas untuk mengenali sumber emisi terbesar. Pilar standar aturan mendorong penyelarasan standar internasional dalam pengukuran dan pelaporan emisi secara sukarela. Sementara itu, pilar inovasi regulasi memanfaatkan aturan yang ada untuk mempercepat adopsi teknologi ramah lingkungan. Salah satu contoh penerapan yang disorot oleh WHO adalah keberhasilan BPOM dalam proyek percontohan label digital (kode QR) pengganti petunjuk obat kertas pada 2023–2025.

WHO menekankan pentingnya transisi energi dan dekarbonisasi yang adil serta merata agar tidak mengganggu keterjangkauan harga maupun keterkaitan akses obat masyarakat. Negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah turut didorong untuk berpartisipasi agar regulasi ramah lingkungan tidak menjadi hambatan untuk masuk pasar. Dengan didukung oleh peningkatan kapasitas SDM, teknologi, pembiayaan berkelanjutan, serta kerja sama antarnegara, industri farmasi diharapkan mampu membangun sistem kesehatan yang lebih tahan krisis dan ramah lingkungan.

Search