WHO Konfirmasi Lima Kasus Hantavirus Terkait Kapal Pesiar

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi lima kasus hantavirus terkait wabah di kapal pesiar MV Hondius di Samudra Atlantik, dengan tiga kasus tambahan masih berstatus suspek. Dari total delapan kasus yang dilaporkan, tiga di antaranya meninggal dunia. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan insiden ini serius, namun risiko terhadap kesehatan masyarakat global tetap dinilai rendah.

Virus yang terdeteksi merupakan Andes strain, jenis hantavirus dari Amerika Latin yang dikenal sebagai satu-satunya varian yang dapat menular antarmanusia dalam kondisi terbatas melalui kontak dekat dan berkepanjangan. Hantavirus umumnya ditularkan dari hewan pengerat melalui urine, air liur, atau kotoran yang terkontaminasi. Kapal berbendera Belanda tersebut kini berlayar dari Cape Verde menuju Tenerife, Spanyol, setelah sebelumnya ditemukan kasus penyakit pernapasan berat di antara penumpang.

Kasus pertama bermula dari seorang pria yang mengalami gejala pada 6 April dan meninggal lima hari kemudian, diikuti istrinya serta satu korban lain yang juga meninggal setelah menunjukkan gejala serupa. Kedua korban awal sebelumnya mengikuti perjalanan pengamatan burung di Chile, Argentina, dan Uruguay—wilayah habitat tikus pembawa hantavirus. WHO memperingatkan potensi munculnya kasus tambahan karena masa inkubasi dapat mencapai enam minggu, sementara Argentina dan WHO telah memperkuat pelacakan kontak serta distribusi alat diagnostik ke berbagai negara yang terkait dengan perjalanan kapal tersebut.

Search