Direktorat Jenderal mencatat total utang pemerintah akhir 2025 mencapai Rp 9.637,9 triliun, naik 11 % YoY; proyeksi Wijayanto menyebut utang akan menembus Rp 10.500 triliun pada akhir 2026 dengan debt‑to‑GDP ratio 41 %.
Utang didominasi Surat Berharga Negara (87 %) sementara pinjaman hanya 12,98 %; rasio utang pada akhir 2025 sudah 40,6 % terhadap PDB. Wijayanto memperingatkan risiko defisit APBN > 3 % bila belanja tidak dikurangi, mengingat target penerimaan pajak 2026 naik 21 % namun realisasi 2025 hanya 87,6 % dari target; solusi utama adalah penghematan pada program besar seperti MBG dan Koperasi Desa Merah Putih.
