Usia 25 Tahun, Fahrul Jadi Peneliti UIN Jogja yang Punya Paten Senyawa Antikanker

Fahrul Nurkolis, SSi, seorang peneliti muda UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang berhasil memiliki paten atas senyawa antikanker dan antidiabetes. Ia memperoleh hak paten dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum Republik Indonesia saat usianya baru 25 tahun. Dalam prosesnya, hak paten yang diraih Fahrul telah melewati penelitian panjang dengan menggabungkan studi in silico, in vitro, dan uji biologi. Penelitian ini berangkat dari kebutuhan akan terapi berbasis bahan alam yang lebih aman dan efektif dalam menangani gangguan metabolik. “Latar belakang (penelitian)nya adalah mencari solusi berbasis bahan alam yang potensial dan memiliki efek sinergis dalam terapi penyakit metabolik seperti diabetes dan obesitas. Dari situ, kami melakukan berbagai pendekatan mulai dari studi bioinformatika hingga uji biologis sebelum akhirnya dipatenkan,” ucapnya. Menurut Fahrul, Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa untuk menjadi obat-obatan dari beragam penyakit yang ada. Namun, tantangan yang muncul yakni bagaimana mengolahnya menjadi inovasi medis yang berdampak bagi kesehatan global.

Search