Usai Blokir Grok, Komdigi Didesak Sosialisasi Penggunaan AI Bijak – Teknologi

Pegiat media sosial Enda Nasution mendesak adanya sosialisasi terkait literasi penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Hal ini disampaikan seusai Kementerian Komunikasi dan Digital memblokir sementara fitur Grok AI di platform X –yang dulu Twitter– di Tanah Air. “Sama dengan literasi media sosial, perlu juga kampanye literasi penggunaan AI karena tentunya semua image (gambar) yang kurang pantas itu di-generate (dihasilkan) atas permintaan pengguna kan. Jadi kalau kemarin-kemarin ada campaign (kampanye) bijak bersosial media misalnya, saya rasa ke depan perlu juga ada kampanye-kampanye bijak ber-AI,” kata Enda. Dia mencontohkan, kampanye tersebut secara spesifik dapat menyasar pelajar, mahasiswa, wanita, ibu-ibu, dan segmen masyarakat lainnya. Enda pun memiliki saran kepada Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, yaitu Indonesia harus berkoalisi dengan sejumlah negara misalnya di tingkat Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara atau ASEAN, dan beberapa negara yang mempunyai badan urusan AI secara khusus.

Search