PT Pertamina (Persero) masih berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dalam proses negosiasi untuk segera meloloskan dua kapal tanker minyak miliknya yang belum bisa melintasi Selat Hormuz. Kedua kapal tanker bernama Pertamina Pride dan Gamsunoro ini sudah sekitar sebulan lamanya usai eskalasi serangan yang dimulai oleh Amerika Serikat (AS)-Israel kepada Iran. Saat ini, lanjut Baron, kedua kapal tanker tersebut masih berada di kawasan Teluk Arab. Dia menyebut, salah satu kapal tanker itu mengangkut minyak mentah untuk kebutuhan dalam negeri.
Sementara itu, pihak Kemlu menyatakan bahwa terdapat kendala teknis yang membuat dua kapal tanker itu belum bisa melewati Selat Hormuz. Hal ini kendati pemerintah mengeklaim adanya sinyal positif dari pihak Iran bahwa dua kapal itu bisa segera melintas.
