Departemen Ilmu Hubungan Internasional UGM mengecam posisi politik luar negeri Indonesia terkait konflik Timur Tengah dengan menyampaikan empat poin sikap tegas. Pertama, mengutuk agresi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang dianggap sebagai kejahatan agresi internasional, serta mendesak pemerintah Indonesia membawa isu ini ke PBB.
Kedua, UGM menuntut Indonesia segera keluar dari Board of Peace (BOP) karena dinilai telah dibajak kepentingan politik Presiden Trump dan justru melemahkan komitmen Indonesia terhadap Palestina. Ketiga, mendorong pemerintah mengutamakan solidaritas negara-negara Selatan, bukan strategi bandwagoning yang menggerus nilai historis Dasasila Bandung.
Keempat, UGM menolak personalisasi kebijakan luar negeri yang minim diskusi publik dan lebih mencerminkan pandangan pribadi presiden. UGM menekankan perlunya penguatan kelembagaan melalui Kementerian Luar Negeri agar kebijakan luar negeri benar-benar mencerminkan kepentingan bangsa dan berorientasi pada prinsip politik bebas aktif.
