Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan peringatan baru kepada Iran jika tidak mencapai kesepakatan. Ia menyebut “pengeboman akan dimulai” dan intensitasnya akan lebih tinggi dibanding sebelumnya. Trump mengatakan AS masih membuka peluang kesepakatan yang akan mengakhiri operasi militer AS terhadap Iran. Namun, ia menambahkan bahwa kemungkinan tercapainya kesepakatan itu merupakan “asumsi besar.”
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan kepada wartawan bahwa Operasi Epic Fury sebenarnya sudah berakhir. Diketahui, Gedung Putih telah memberi tahu para anggota parlemen bahwa perang telah berakhir karena gencatan senjata. Hal ini berarti menghindari persyaratan hukum untuk meminta Kongres mengesahkan konflik yang berlangsung lebih dari 60 hari.
Meskipun demikian, Presiden AS Donald Trump telah mengancam Iran dengan pembalasan besar jika menyerang kapal-kapal AS. Trump mengumumkan pada Minggu lalu apa yang disebut “Proyek Kebebasan” untuk membantu kapal-kapal meninggalkan Selat Hormuz. “Ini bukan operasi ofensif; ini adalah operasi defensif,” kata Rubio. “Artinya sangat sederhana-tidak ada penembakan kecuali kita ditembak terlebih dahulu,” ujarnya.
