Trump Minta Netanyahu Tahan Diri, tapi Bom Israel Tetap Hujani Lebanon Selatan

Israel kembali menggempur Lebanon selatan dengan serangan udara dan tembakan artileri di Lebanon selatan pada Selasa (2/6/2025). Hal tersebut dilakukan meski Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk tidak menyerang Beirut, Lebanon. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya empat orang di dua kota. Militer Israel juga memerintahkan warga Kota Nabatiyeh untuk meninggalkan wilayah mereka sebelum serangan dilancarkan.

Di sisi lain, di tengah gejolak di lapangan, delegasi Lebanon memulai putaran perundingan baru dengan pejabat Israel di Washington pada hari yang sama. Pemerintah Lebanon menyatakan akan mendorong gencatan senjata penuh dalam pembicaraan tersebut. Seorang pejabat senior Lebanon mengungkapkan, perundingan akan mengeksplorasi berbagai cara untuk memperkuat gencatan senjata, kemungkinan melalui pendekatan bertahap.

Situasi sempat memanas pada Senin (1/6/2025) setelah Netanyahu mengumumkan perintah serangan ke Dahiyeh, kawasan pinggiran selatan Beirut yang dikuasai Hizbullah.  Merespons hal ini, Teheran menghentikan pembicaraan tidak langsung dengan Washington. Serangkaian komunikasi diplomatik kemudian tampaknya berhasil meredam eskalasi tersebut. Trump mengaku telah meminta Netanyahu tidak melancarkan serangan besar ke Beirut dan menyebut Hizbullah telah berjanji tidak akan menyerang Israel.

Search