Trump minta marinir AS tembak kapal penebar ranjau di Selat Hormuz

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menginstruksikan kepada tentara Angkatan Laut AS untuk menembak setiap kapal kecil yang tertangkap memasang ranjau di Selat Hormuz, seiring gencatan senjata dengan Iran terus berlanjut. Dia meminta tidak boleh ada keraguan bagi tentara AS dalam melaksanakan perintah tersebut. Trump juga mengeklaim seluruh pasukan Angkatan Laut Iran, yang terdiri atas 159 kapal, berada di dasar laut dan setiap kapal di antaranya memasang ranjau adalah kapal-kapal kecil. Dia juga menginstruksikan peningkatan penyapuan ranjau tiga kali lipat lebih kuat untuk membersihkan jalur transit yang secara efektif “diganggu” Iran.

Pentagon mengatakan kepada Kongres bahwa pembersihan Selat Hormuz dari ranjau secara penuh dapat memakan waktu hingga enam bulan. Perdebatan tentang ranjau di Selat Hormuz itu bukanlah hal baru. Trump menyatakan Iran telah atau sedang menyingkirkan ranjau tersebut dan sebagian besar “penebar ranjau” Iran telah dihancurkan dalam serangan AS. Namun demikian, Iran membantah telah menempatkan ranjau di jalur air tersebut. Iran menyebut tuduhan itu sebagai propaganda Amerika, meskipun media Iran melaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah mengeluarkan peta jalur aman di daerah tersebut.

Trump menegaskan AS mempertahankan kendali penuh atas Selat Hormuz dan tidak akan ada kapal yang dapat melintasi selat itu tanpa persetujuan Angkatan Laut AS. Dia menggambarkan Selat Hormuz sebagai wilayah perairan yang tertutup rapat sampai Iran mampu mencapai kesepakatan.

Search