Trump Mau Hukum NATO Imbas Tak Dibantu Saat Perang Iran

Pemerintahan Donald Trump tengah mempertimbangkan langkah untuk “menghukum” sejumlah negara anggota NATO yang dinilai tidak mendukung Amerika Serikat dan Israel dalam perang melawan Iran. Menurut pejabat pemerintahan, rencana tersebut mencakup pemindahan pasukan AS dari negara-negara NATO ke negara yang dinilai lebih mendukung operasi AS. Rencana tersebut juga membuka kemungkinan penutupan pangkalan militer AS di setidaknya satu negara Eropa, dengan Spanyol atau Jerman disebut sebagai kandidat. Langkah ini jauh lebih ringan dibanding ancaman Trump sebelumnya untuk menarik AS sepenuhnya dari NATO, yang secara hukum tidak bisa dilakukan tanpa persetujuan Kongres.

Saat ini, sekitar 84.000 tentara AS ditempatkan di seluruh Eropa. Pangkalan-pangkalan ini berperan penting sebagai pusat operasi militer global AS sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi negara tuan rumah. Beberapa negara anggota NATO disebut membuat kebijakan yang menghambat operasi AS selama perang Iran. Spanyol dilaporkan memblokir pesawat AS yang terlibat dalam operasi Iran untuk menggunakan wilayah udaranya. Sementara itu, Italia sempat menolak penggunaan pangkalan udara di Sisilia, dan Perancis hanya mengizinkan penggunaan pangkalan dengan syarat pesawat tidak terlibat dalam serangan ke Iran. Di sisi lain, pejabat AS juga merasa frustrasi terhadap Jerman setelah sejumlah pejabatnya mengkritik perang tersebut, meski negara itu merupakan salah satu pusat logistik militer AS terbesar di Eropa.

Sebaliknya, beberapa negara Eropa Timur justru berpotensi mendapatkan keuntungan dari rencana ini karena dianggap lebih mendukung AS. Negara-negara seperti Polandia, Rumania, Lithuania, dan Yunani disebut memiliki komitmen tinggi dalam belanja pertahanan dan mendukung koalisi internasional untuk memantau Selat Hormuz. Bahkan, Rumania dengan cepat menyetujui permintaan AS untuk menggunakan pangkalan udaranya setelah perang pecah. Namun, pemindahan pasukan ke wilayah Eropa Timur berpotensi memperdekat posisi militer AS ke perbatasan Rusia, yang bisa memicu ketegangan baru dengan Moskwa.

Search