TPST Bantargebang Sumbang Gas Metana Tertinggi Kedua di Dunia, Dinkes Bekasi Beri Vitamin ke Warga

TPST Bantargebang dilaporkan menjadi lokasi pembuangan sampah dengan emisi gas metana tertinggi kedua di dunia berdasarkan laporan Institut Emmett di Fakultas Hukum UCLA. Lokasi tersebut menghasilkan sekitar 6,3 ton gas metana per jam, berada di bawah TPA Campo de Mayo di Argentina. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini, menyatakan kondisi tersebut berbahaya karena dapat mengganggu kesehatan pernapasan masyarakat sekitar.

Sebagai langkah mitigasi, Dinas Kesehatan Kota Bekasi memberikan perhatian khusus kepada warga di sekitar TPST Bantargebang melalui pemberian vitamin dan peningkatan layanan kesehatan. Pemerintah daerah juga mendorong pengurangan sampah plastik serta pemilahan sampah rumah tangga guna mengurangi produksi gas metana. Selain itu, pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) diharapkan dapat membantu mengurangi emisi dan volume sampah yang terus meningkat.

Sementara itu, Gubernur Jakarta Pramono Anung menilai tingginya emisi metana disebabkan oleh akumulasi sampah yang telah mencapai sekitar 55 juta ton di Bantargebang. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini menyiapkan berbagai skema pengolahan sampah seperti RDF, bahan bakar alternatif, dan PSEL untuk mengurangi tumpukan sampah sekaligus menekan emisi gas metana. Pramono menegaskan bahwa penanganan persoalan lingkungan tersebut membutuhkan kolaborasi semua pihak secara berkelanjutan.

Search