TPA Terancam Penuh 2028, Risiko Longsor hingga Ledakan Metana Mengintai

PENELITI Peneliti BRIN Reza Cordova menyebut sebagian besar Tempat Pemrosesan Akhir atau TPA di Indonesia sudah kelebihan kapasitas dan masih mengandalkan praktik pembuangan terbuka (open dumping). Masalah ini menyimpan risiko ledakan gas metana. Menurut dia, memaksakan TPA beroperasi melampaui umur teknisnya menyimpan risiko besar, baik dari sisi lingkungan maupun keselamatan warga.

Persoalan ini tidak hanya soal kapasitas lahan, melainkan juga kegagalan sistem pengolahan. Tanpa perubahan pendekatan, TPA akan terus menjadi titik krisis baru. Terkait target penghentian open dumping pada 2026, Reza menilai langkah tersebut baik sebagai bentuk tekanan kebijakan. Namun implementasinya di lapangan akan sangat menantang bila tidak dibarengi percepatan fasilitas pengolahan dan pengurangan sampah dari hulu.

Langkah realistis yang perlu segera dilakukan adalah mengurangi beban sampah yang masuk ke TPA. Salah satu kuncinya ialah pemilahan dari sumber dan pengelolaan sampah organik. Selain itu, pengembangan fasilitas pengolahan antara seperti refuse derived fuel (RDF) dapat menjadi solusi untuk residu sampah. Namun, kunci utamanya tetap pada pembenahan tata kelola dan penguatan pendanaan di tingkat daerah.

Search