Pemerintah Indonesia mempercepat penyelesaian ratifikasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement atau IEU-CEPA. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan proses ratifikasi selesai pada semester II 2026, sehingga implementasi perjanjian dapat dimulai pada awal 2027.
IEU-CEPA dinilai strategis untuk memperluas akses pasar, meningkatkan perdagangan, serta memperkuat kerja sama investasi antara Indonesia dan Uni Eropa. Salah satu manfaat utamanya adalah penghapusan tarif perdagangan pada sekitar 98 persen pos tarif, yang akan membuka peluang tarif nol persen bagi sebagian besar produk ekspor Indonesia ke pasar Uni Eropa.
Selain IEU-CEPA, Indonesia dan Uni Eropa juga membahas peluang kerja sama melalui program Global Gateway, terutama pada proyek strategis dan sektor mineral kritis. Kerja sama ini dinilai penting karena Indonesia sedang mempercepat hilirisasi sumber daya alam, sementara Uni Eropa membutuhkan pasokan mineral strategis untuk mendukung transisi energi dan industri teknologi hijau.
