PT PLN (Persero) menyiapkan 21 proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan PLTS terintegrasi Battery Energy Storage System (BESS) dengan total kapasitas 513 MWp. Proyek-proyek ini ditargetkan mulai beroperasi secara komersial (COD) pada periode 2026 hingga 2028 sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM), khususnya yang masih berbasis impor.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi transisi energi menuju sumber energi yang lebih murah dan ramah lingkungan. Pengembangan PLTS dan BESS diharapkan mampu menggantikan pembangkit berbasis fosil serta meningkatkan efisiensi sistem kelistrikan nasional.
Selain itu, PLN juga berencana mengurangi penggunaan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) di 741 lokasi dengan total 2.139 mesin. Proyek PLTS tersebar di berbagai wilayah Indonesia seperti Jawa, Nusa Tenggara, Papua, dan Maluku, termasuk proyek besar seperti PLTS Terapung dan PLTS+BESS di Jawa Timur. Langkah ini memperkuat komitmen pemerintah dalam mendorong energi terbarukan dan menekan konsumsi BBM di sektor ketenagalistrikan.
