Tekan Impor BBM, Bahlil Ungkap Butuh 4 Juta KL Etanol buat Program E20

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa kebutuhan bensin nasional mencapai sekitar 40 juta kiloliter (KL) per tahun. Dari jumlah tersebut, kapasitas produksi dalam negeri baru sekitar 14,3 juta KL, sehingga Indonesia masih harus mengimpor hampir 25 juta KL bensin setiap tahun.

Pemerintah menyiapkan implementasi Program E20, yaitu pencampuran 20 persen etanol ke dalam bensin, sebagai strategi untuk menekan impor BBM dan memperkuat ketahanan energi nasional. Setelah Kilang Balikpapan beroperasi dan menambah produksi sekitar 5,5 juta KL, kebutuhan impor diperkirakan masih tersisa sekitar 20 juta KL per tahun.

Untuk menjalankan Program E20, pemerintah membutuhkan sekitar 4 juta KL etanol yang akan diproduksi dari bahan baku pertanian seperti tebu, singkong, dan jagung. Pemerintah juga akan berperan sebagai pembeli utama atau off-taker, sehingga kebijakan ini tidak hanya mengurangi impor bensin, tetapi juga mendorong nilai tambah bagi sektor pertanian dan industri bioenergi nasional.

Search