Kepala Pusat Riset Konversi dan Konservasi Energi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Tata Sutardi mengatakan, zat aditif yang dicampurkan ke dalam bensin tidak mempengaruhi jumlah Research Octane Number (RON). Menurutnya, zat aditif sebatas berperan sebagai ‘rahasia dapur’ bagi setiap merek penjual Bahan Bakar Minyak (BBM). Kandungan zat aditif pada setiap merek bisa berbeda-beda. Ada yang mengutamakan zat aditif ini untuk menambah performa mesin dan kebersihan ruang bakar. Ada pula dampak dari komposisi zat aditif yang mempengaruhi emisi kendaraan bermotor. Untuk mengetahui hasilnya, bisa dibuktikan secara ilmiah. “Bahasanya ‘kosmetik’ untuk kebaikan mesin,” ucap Tata. Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga menyatakan memang menambah zat aditif terhadap produk BBM mereka. Disebutkan, zat aditif meningkatkan kualitas produk dan memberikan manfaat bagi kendaraan, tapi tidak mengubah nilai oktan.