Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja penjualan eceran kembali tumbuh pada Juli 2026. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Juli 2026 yang mencapai 224,9 atau tumbuh 1,1% secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan tersebut berbalik dari kinerja bulan sebelumnya yang mengalami kontraksi sebesar 3,0% (yoy). BI menyebut sejumlah kelompok menjadi penopang pertumbuhan penjualan eceran pada Juli 2026, terutama Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, serta Kelompok Barang Lainnya. Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau mencatat indeks penjualan sebesar 318,0 dengan pertumbuhan 2,4% (yoy). Sementara itu, Kelompok Barang Lainnya memiliki indeks 90,6 dan tumbuh 5,3% (yoy).
Secara bulanan, penjualan eceran Juli turun 0,1 % MTM setelah kenaikan 0,7 % pada Juni, dipengaruhi normalisasi permintaan pasca‑HBKN dan libur sekolah; meski demikian, Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi, Barang Lainnya, serta Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya mencatat pertumbuhan MTM masing‑masing 9,6 %, 8,4 % dan 1,6 %. BI memproyeksikan IPR Agustus tumbuh 0,5 % YoY, didukung oleh Suku Cadang dan Aksesori (+10,1 % YoY) serta Makanan, Minuman, dan Tembakau (+0,7 % YoY), sementara ekspektasi penurunan penjualan dan tekanan harga muncul untuk Oktober 2026 dan Januari 2027, tercermin dari penurunan indeks IEP dan IEH.
