Stok Kritis, APLSI Desak ESDM Amankan Suplai Batu Bara untuk PLTU

Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) mengingatkan agar pemerintah memprioritaskan alokasi suplai batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Hal ini seiring dengan stok emas hitam untuk PLTU yang mulai kritis. APLSI mencatat, rata-rata hari operasi produksi (HOP) batu bara untuk pembangkit hanya berada di level 10 hari operasi. Padahal, idealnya HOP batu bara untuk PLTU berada di level 25 hari operasi. Adapun, menipisnya stok batu bara untuk PLTU tak lepas dari rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) 2026 untuk tambang batu bara belum disetujui pemerintah. Apalagi, pemerintah berencana memangkas produksi batu bara tahun ini.

Search