China mendesak warga negaranya yang ada di Jepang untuk tetap waspada di tengah laporan insiden kekerasan. Kedutaan Besar China di Jepang juga menyarankan warganya untuk menghindari perjalanan ke Jepang dalam waktu dekat. Sebuah pemberitahuan yang dikeluarkan pada hari Sabtu(3/1/2026) oleh Kedutaan Besar China di Jepang menyatakan bahwa kondisi keamanan publik di beberapa wilayah Jepang baru-baru ini memburuk, dengan menyebutkan insiden kekerasan di beberapa prefektur termasuk Fukuoka, Shizuoka, dan Aichi.
Kedutaan besar tersebut mengatakan banyak pelancong asal China melaporkan telah dilecehkan secara verbal atau diserang secara fisik tanpa provokasi, yang mengakibatkan cedera. Kedutaan besar tersebut juga secara khusus merujuk pada insiden penabrakan kendaraan pada tanggal 31 Desember 2025 di Distrik Shinjuku, Tokyo, di mana dua warga negara China mengalami luka serius dan membutuhkan perawatan darurat di rumah sakit. Tidak ada tanggapan langsung dari pihak berwenang Jepang mengenai pernyataan terbaru Kedutaan Besar China tersebut.
Ketegangan antara China dan Jepang telah meningkat sejak 7 November 2025, ketika Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan bahwa serangan China terhadap Taiwan secara hukum dapat dianggap sebagai situasi yang mengancam kelangsungan hidup yang berpotensi memungkinkan Jepang untuk menggunakan hak membela diri secara kolektif. Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari Beijing, dengan pemerintah China menyarankan untuk tidak melakukan perjalanan ke Jepang dan memberlakukan kembali larangan impor makanan laut, di antara langkah-langkah pembatasan lainnya.
