PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sukses menyalurkan pembiayaan ke lebih dari 23 juta nasabah ultra mikro hingga pertengahan Juni 2026. Angka tersebut mencakup perluasan pembiayaan ke wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) untuk mendorong UMKM, khususnya skala ultra mikro. PNM hadir melalui 4.035 unit dimana 516 di antaranya berada di wilayah 3T. Artinya lebih dari 10% jaringan pelayanan PNM menjangkau wilayah-wilayah dengan medan yang penuh tantangan.
Langkah agresif tersebut diperkuat melalui sinergi strategis antara PNM dengan Danantara. Kolaborasi tersebut bertujuan untuk membuka hambatan geografis dan finansial yang dialami para pelaku usaha kecil di daerah pelosok. Melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), pemberdayaan tidak hanya fokus pada penyaluran permodalan formal semata, melainkan juga pendampingan usaha yang komprehensif. Direktur Utama PNM Kindaris menjelaskan, efektivitas program ini terletak pada formula integrasi tiga modal utama, yakni modal finansial, modal intelektual, dan modal sosial.
Penelitian INDEKSTAT (2025) menunjukkan, pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar naik sebesar Rp875.738 per bulan. Sedangkan indeks kemampuan pengembangan usaha naik sebesar 28,73% atau berubah dari kategori rendah menjadi kategori sedang. Tak hanya INDEKSTAT, penelitian LPEM menyebut implikasi ekonomi itu membawa dampak peningkatan konsumsi rumah tangga sebesar Rp7,13 triliun hingga tahun 2025 dan 2,35 juta nasabah yang berhasil naik kelas ke keuangan formal yang lebih tinggi.
