Setelah Venezuela dan Iran, AS Kini Lancarkan Operasi Militer di Ekuador

Amerika Serikat (AS) memperluas jangkauan operasi militernya di kawasan Amerika Latin.  Kali ini, Washington menggandeng Ekuador untuk melancarkan operasi militer gabungan guna menumpas organisasi yang dikategorikan sebagai kelompok teroris narkoba di negara tersebut. Langkah ini menandai eskalasi besar dari operasi sepihak militer AS sebelumnya yang menyasar kapal-kapal di Laut Karibia dan Pasifik Timur. Pemerintahan Trump menuding kapal-kapal tersebut digunakan sebagai sarana penyelundupan narkoba.

Seorang pejabat AS, yang berbicara dalam kondisi anonim, mengungkapkan bahwa Pasukan Khusus AS memberikan nasihat strategis serta dukungan kepada komando militer Ekuador dalam serangkaian penggerebekan di seluruh negeri. Meskipun membantu dalam perencanaan, intelijen, dan logistik, pejabat tersebut mengeklaim bahwa personel AS tidak terlibat langsung dalam kontak senjata atau serangan fisik di lapangan.

Ekuador sendiri merupakan titik strategis dalam peta perdagangan gelap global. Meski bukan negara produsen, Ekuador menjadi jalur transit utama bagi kartel-kartel dari Kolombia dan Peru untuk menyelundupkan kokain ke AS. Hubungan AS dan Ekuador semakin mesra sejak Donald Trump kembali menjabat sebagai Presiden pada 2025.  Presiden Ekuador, Daniel Noboa, menjadikan kekuatan militer sebagai pilar utama kepemimpinannya untuk menekan angka kriminalitas geng narkoba yang melonjak tajam.

Search