Hingga 24 Maret 2025, penyerapan gabah Bulog baru mencapai 534.629 ton atau sekitar 17,82 persen dari target 3 juta ton setara beras. Angka ini masih jauh dari target harian yang ditetapkan yaitu 57.750 ton per hari. Meskipun demikian, Badan Pangan Nasional (Bapanas) berharap periode panen raya pada Maret dan April dapat meningkatkan serapan untuk menambah cadangan beras pemerintah (CBP) dan meningkatkan kesejahteraan petani. Bulog telah diberi tugas untuk menyerap gabah dengan harga pembelian pemerintah (HPP) Rp6.500 per kg di tingkat petani, meskipun ada tantangan seperti keterbatasan fasilitas pengering gabah.
Untuk mempercepat penyerapan, Bulog telah menjalin kerja sama dengan petani, kelompok tani, dan penggilingan, serta melibatkan TNI-Polri dan pemerintah daerah. Selain itu, Bulog juga tengah menjalankan program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), dengan penyaluran beras SPHP mencapai 47.545 ton atau 31,7 persen dari target 150 ribu ton hingga 20 Maret 2025. Meskipun harga gabah di tingkat petani rata-rata sudah sedikit di atas HPP yang ditetapkan, beberapa provinsi masih menghadapi harga yang lebih rendah, dan pemerintah terus berupaya untuk mencapai harga HPP yang sesuai.