Serangan Iran ke wilayah Kuwait menewaskan satu orang dan melukai lebih dari 60 orang pada Rabu (3/6). Serangan tersebut juga menyasar ke Bandara Internasional di Kuwait. Serangan rudal dan drone Iran di Kuwait juga menyebabkan kerusakan berat sejumlah “fasilitas penting,” termasuk kantor diplomatik. Kementerian Luar Negeri Kuwait segera mengeluarkan pernyataan kecaman keras atas “serangan-serangan brutal dan terus-menerus yang dilakukan Iran.”
“Menteri menegaskan penolakan tegas Negara Kuwait terhadap tindakan agresi Iran yang terang-terangan, yang meningkatkan ketegangan, merusak keamanan dan stabilitas kawasan, dan merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional,” demikian keterangan Kemlu Kuwait. Otoritas Penerbangan Sipil Kuwait mengatakan penerbangan di Bandara Internasional Kuwait telah ditangguhkan dan dialihkan ke bandara alternatif hingga pemberitahuan lebih lanjut. Bandara tersebut kemudian mengaktifkan rencana tanggap daruratnya.
Iran mengeklaim serangan ke Kuwait itu mengincar fasilitas AS terutama fasilitas militer negara sekutu Israel itu. Serangan tersebut juga disebut Iran sebagai balasan atas serangan AS ke wilayah negara itu. Sebelumnya, militer AS mengatakan telah menyerang beberapa lokasi di pulau Qeshm milik Iran, di Selat Hormuz. Militer AS mengeklaim rudal Iran yang ditembakkan ke Kuwait “gagal mencapai sasaran atau hancur di tengah jalan.” Mereka juga mengatakan telah mencegat rudal Iran yang ditembakkan ke Bahrain.
