Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah menyiapkan skenario terburuk jika perang di Timur Tengah saat ini belum dapat ditentukan waktu berakhirnya. Pasalnya, suplai minyak mentah Indonesia dari kawasan tersebut sebanyak 20-25 persen. Bahlil mengatakan suplai minyak mentah selama ini selain dari Timur Tengah berasal dari berbagai negara di Afrika, Brasil, dan Amerika Serikat. Karena ada perang antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran, maka pemerintah mengalihkan sebagian suplai dari Timur Tengah ke Amerika Serikat.
Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan bila Selat Hormuz yang menjadi jalur perdagangan global ditutup sampai waktu yang tidak dapat ditentukan. Menurut Bahlil, impor bahan bakar minyak (BBM) dengan Research Octane Number atau RON 90, 92, 95, dan 98 dibeli dari negara-negara di Asia Tenggara dan di luar Timur Tengah, sehingga aman dari ancaman gangguan suplai. Stok BBM jenis solar pun dipastikan aman karena tidak ada lagi impor tahun ini.
