Kelompok-kelompok milisi Syiah sekutu Iran di Timur Tengah meningkatkan serangan terhadap Israel dan kepentingan Amerika Serikat (AS), menandai eskalasi baru konflik regional yang semakin meluas. Serangan dilakukan oleh sejumlah kelompok yang selama ini menjadi bagian dari aliansi “Poros Perlawanan” yang didukung Teheran.Analis Carnegie Middle East Center Mohanad Hage Ali mengatakan jaringan milisi yang dibangun Iran memang dirancang untuk menghadapi situasi konflik besar seperti sekarang. Dalam beberapa hari terakhir, kelompok Hizbullah di Lebanon bersama unsur Garda Revolusi Iran melancarkan serangan roket besar-besaran ke Israel. Sekitar 200 roket ditembakkan dalam satu gelombang serangan, sementara militer Israel menyebut sebagian besar proyektil berhasil dicegat sistem pertahanan udara mereka.
