Pemerintah akan mengandalkan sektor pariwisata sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi pada semester II 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, sektor tersebut ini mampu tumbuh di atas rata-rata nasional dan masih memiliki ruang besar untuk dikembangkan.
Airlangga mengatakan, pemerintah tetap akan mendorong investasi sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi. Namun, di samping itu, sektor pariwisata menjadi fokus karena mampu memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
Investasi tetap menjadi penopang utama, namun industri terkait pariwisata akan digencarkan, terutama di Nusa Tenggara dan Bali yang telah mencatat pertumbuhan ekonomi di atas rata‑rata nasional. Kerja sama dengan Thailand diperkuat lewat rute penerbangan langsung Phuket‑Bali, yang diharapkan meningkatkan arus wisatawan kedua negara.
