Satu Dekade Tren Indeks Demokrasi Indonesia Menurun

Berdasarkan laporan The Economist Intelligence Unit (EIU) 2025 mengenai Indeks Demokrasi 2024, Indeks Demokrasi Indonesia mencapai skor 6,44 dari skala tertinggi 10. Raihan itu menempatkan Indonesia pada peringkat ke-59 dari total 167 negara. Dari lima dimensi yang diukur, skor terendah Indonesia ada pada ranah budaya politik (5,00) dan kebebasan sipil (5,29). Adapun skor tertinggi didapat dari dimensi proses elektoral dan pluralisme (7,92) diikuti partisipasi politik (7,22), dan berfungsinya pemerintahan (6,79).

Mengacu laporan EIU, penurunan setidaknya terjadi sejak Indonesia meraih skor indeks demokrasi sebesar 7,03 pada 2015 menjadi 6,97 (2016), 6,39 (2017), dan 6,39 (2018), 6,48 (2019), 6,30 (2020), dan 6,71 (2021 dan 2022). Kemudian pada 2023, skor Indonesia menjadi 6,53 atau berada di peringkat ke-56 kemudian turun tiga peringkat pada 2024 dengan skor 6,44.

Peneliti senior Pusat Riset Politik BRIN, Firman Noor, mengungkapkan penurunan indeks demokrasi menjadi cerminan dari ketimpangan persaingan politik di Indonesia. Menurut Firman, penurunan indeks demokrasi juga merupakan bagian dari buruknya budaya politik yang dipraktikan di negara ini, serta elite politik kurang melakukan edukasi politik agar bisa dijadikan penopang demokrasi. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada, Wawan Mas’udi, mengungkapkan tren penurunan indeks demokrasi merupakan fenomena global. Kondisi itu telah berlangsung selama 10 tahun terakhir. Ada penurunan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga-lembaga politik representatif.

Search