Saiful Mujani Nilai Kemenangan Prabowo Tak Demokratis

Saiful Mujani, pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) kritisi kemangan Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden 2024. Kemenangan pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dimenangkan melalui mekanisme yang tidak demokratis atau electoral authocracy.

Menurutnya kepemimpinan Prabowo tidak kompeten dan tidak berwibawa. “Di mata saya Prabowo secara umum tidak berwibawa dan tidak kompeten sehingga saya ngajak menurunkannya,” ujarnya. “Prabowo tidak presidensial. Seorang presiden yang presidensial bagi saya adalah yang inklusif, menerima keragaman aspirasi, bersikap dan bertindak beyond partisan politics.”

Alternatif menjatuhkan Prabowo adalah melalui people power sebab mekanisme formal melalui DPR dan menunggu Pemilu 2029 membutuhkan proses yang lebih sulit akibat adanya krisis objektivitas DPR saat ini dan juga membutuhkan waktu yang cukup lama yakni 3,5 tahun lagi. Tekanan massa pernah terjadi di tahun 1998 ketika membuat kepemimpinan Soeharto lengser. Gerakan ini setidaknya bisa mendelegitimasi Prabowo yang tidak presidensial dan memperkuat oposisi massa.

Kritik Saiful Mujani terhadap Prabowo Subianto ini menjadi diskursus publik Hasan Nasbi menilai pernyataan tersebut berpotensi menciptakan provokasi yang berdampak pada pelanggaran terhadap demokrasi. Seskab pun menanggapi bahwa Presiden mengurusi hal-hal besar dan lagi fokus pada hal yang lebih strategis.

Search