Rupiah Tembus Rp 17.100 per Dolar AS, Pemerintah Klaim Masih Sesuai Skenario APBN

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah hingga menembus Rp 17.100 per dolar Amerika Serikat masih berada dalam skenario yang telah disiapkan pemerintah. Ia menyatakan bahwa pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), karena pemerintah telah menyusun berbagai simulasi untuk mengantisipasi dinamika global.

Dalam penyusunan APBN, pemerintah tidak hanya menggunakan satu asumsi nilai tukar, melainkan beberapa parameter simulasi sebagai langkah mitigasi risiko. Meski demikian, pemerintah tidak mengungkapkan angka spesifik asumsi nilai tukar tersebut untuk menghindari spekulasi pasar. Purbaya juga menegaskan kepercayaan penuh kepada Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah gejolak ekonomi global.

Tekanan terhadap rupiah dipicu oleh eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di Selat Hormuz. Gangguan jalur distribusi energi global meningkatkan risiko di pasar minyak dan memicu kekhawatiran investor. Kondisi ini berdampak pada pelemahan rupiah di pasar spot yang tercatat turun menjadi Rp 17.105 per dolar AS.

Search