RI Impor Minyak US$15 Miliar dari AS, Penjelasan Lengkap Bahlil

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan penjelasan terkait keputusan Indonesia yang akan mengimpor komoditas energi dari Amerika Serikat (AS) dengan nilai mencapai US$ 15 miliar atau sekitar Rp 253,47 triliun (kurs Rp 16.898/US$). Menurut Bahlil, langkah ini merupakan bagian dari kesepakatan bilateral antara Indonesia dan AS untuk menjaga keseimbangan neraca perdagangan kedua negara.a menjelaskan dari total nilai US$ 15 miliar tersebut, alokasi pembelian mencakup sejumlah komoditas seperti Bahan Bakar Minyak (BBM), LPG, serta minyak mentah. Di sisi lain, ia menegaskan alokasi dana sebesar US$ 15 miliar untuk pembelian BBM dari Amerika Serikat bukan berarti pemerintah menambah volume impor. Langkah tersebut hanya merupakan pengalihan sebagian sumber impor dari negara lain ke Amerika Serikat.

Bahlil menyadari impor LPG Indonesia saat ini memang tergolong besar, yakni sekitar 7 juta ton per tahun. Selama ini sebagian pasokan LPG tersebut juga telah berasal dari Amerika Serikat, namun ke depan volumenya akan ditingkatkan. Sebagaimana diketahui, berdasarkan dokumen Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR), pada Annex IV, khususnya bagian barang industri, dari perjanjian impor energi US$ 15 miliar tersebut, terbesar berasal dari komoditas bensin, yakni mencapai US$ 7 miliar. Sementara impor minyak mentah US$ 4,5 miliar, dan impor LPG senilai US$ 3,5 miliar.

Search