Pemerintah Indonesia berencana mengekspor listrik berbasis energi terbarukan ke Singapura dengan total kapasitas pengembangan mencapai 3,4 gigawatt (GW). Danantara akan bertindak sebagai pihak pengembang dari Indonesia dan bekerja sama dengan perusahaan Singapura, yakni Keppel Electric, Sembcorp Industries, dan Singapore Energy Interconnections, yang akan berperan sebagai pihak pembeli atau off-taker.
Pembangkit listrik untuk mendukung ekspor tersebut direncanakan dibangun di wilayah Batam, Bintan, dan Karimun (BBK). Pada tahap awal, kapasitas yang akan dikembangkan berkisar antara 600 megawatt (MW) hingga 1,2 GW, sebelum nantinya ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai total 3,4 GW. Proyek ini difokuskan pada pengembangan listrik dari sumber energi terbarukan.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa kerja sama dengan Singapura merupakan bagian dari kesepakatan yang juga mencakup pengembangan listrik hijau dan Carbon Capture and Storage (CCS). Namun, implementasi ekspor listrik masih dalam proses negosiasi, terutama terkait harga dan regulasi, agar kerja sama tersebut memberikan manfaat yang seimbang dan saling menguntungkan bagi Indonesia maupun Singapura.
