Pemerintah menyiapkan dua alternatif pengganti LPG 3 kilogram (kg), yakni pengembangan Dimethyl Ether (DME) berbasis batu bara dan pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG). Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan langkah ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan impor LPG yang saat ini mencapai sekitar 7 juta ton per tahun. Impor tersebut menguras devisa negara hingga Rp130–140 triliun per tahun, dengan beban subsidi pemerintah mencapai Rp80–87 triliun.
Proyek DME kembali didorong pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Fase II senilai Rp116 triliun. Salah satu proyek utamanya adalah pembangunan fasilitas produksi DME berkapasitas 1,4 juta ton per tahun di Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Pemerintah menilai hilirisasi menjadi langkah strategis menuju kemandirian energi sekaligus kebangkitan industri nasional yang fondasinya telah dibangun sejak pemerintahan sebelumnya.
DME dipilih karena memiliki karakteristik yang mirip dengan LPG, sehingga dapat memanfaatkan infrastruktur LPG yang sudah ada, seperti tabung dan fasilitas penyimpanan. Berdasarkan data Kementerian ESDM, DME memiliki kandungan panas lebih rendah dibanding LPG, tetapi massa jenisnya lebih tinggi sehingga tetap dapat digunakan sebagai substitusi energi rumah tangga. Selain itu, DME dinilai lebih ramah lingkungan karena mudah terurai di udara, mampu mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 20 persen, tidak mengandung sulfur, serta menghasilkan nyala api yang lebih biru dan stabil.
Selain DME, pemerintah juga mengembangkan penggunaan CNG sebagai alternatif LPG. Saat ini, CNG telah digunakan pada tabung ukuran 12 kg dan 20 kg di sektor hotel dan restoran, sementara teknologi untuk tabung 3 kg masih dalam tahap uji coba. Pemerintah memastikan subsidi tetap diberikan untuk menjaga harga tetap terjangkau bagi masyarakat. Menurut Bahlil, harga CNG diperkirakan sekitar 30 persen lebih murah dibanding LPG karena bahan bakunya tersedia melimpah di dalam negeri dan tidak memerlukan biaya impor maupun transportasi yang besar.
