Dalam sebuah buku berjudul Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen menyebutkan bahwa Soeharto adalah sosok pemimpin yang mengambil keputusan berbasis kalkulasi politik dan tradisi kebatinan Jawa.
Penulis buku Laku Spiritual Pak Harto, Bambang Wiwoho, menjelaskan Soeharto melakukan Cipta Roso Karso, yaitu dalam Islam dikenal dengan istilah Napsu, Kalbu, dan Akal Pikiran. Hal ini dilakukan beberapa pimpinan terkenal dunia namun dengan sebutan yang berbeda.
Soeharto juga selalu menekankan bahwa pemerintahan harus bisa memastikan tidak ada rakyat yang susah, adil, dan makmur yang dikenal dengan tata tentrem, kerto raharjo, murah kang sarwo tinumbas. Hal ini dimanifestasikan dengan penguatan badan negara seperti pada upaya menjaga kestabilan harga bahan pokok dilakukan dengan menghadirkan Bulog.
