Dalam Global Economic Prospect (GEP) edisi Januari 2026, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terjaga di level 5% pada 2026, lalu meningkat ke level 5,2% pada 2027. Terjaganya laju pertumbuhan ekonomi Indonesia disebabkan efek kucuran stimulus ekonomi pemerintah ditambah investasi yang dimotori pemerintah. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 dan 2027 ini akan mengalahkan laju pertumbuhan ekonomi banyak negara. China misalnya, yang diperkirakan Bank Dunia akan mengalami perlambatan dari estimasi 4,9% (2025) menjadi 4,4% pada 2026, dan 4,2% pada 2027. Malaysia pada 2026 diperkirakan tumbuh di kisaran 4,1% pada 2026, lalu pada 2027 akan melambat ke level 4%.
Lain halnya dengan Filipina. Bank Dunia memperkirakan Filipina akan tumbuh 5,3% pada 2026 dari estimasi 5,1% pada 2025. Lalu, makin tumbuh ke level 5,4% pada 2027. Sementara Vietnam diperkirakan tumbuh 6,3% pada 2026, lalu diestimasi akan sedikit naik pada 2027 menjadi 6,7%. Sebagaimana dalam laporan Bank Dunia, Thailand dan Vietnam akan merasakan dampak tertundanya kenaikan tarif resiprokal dari AS sehingga meredam tekanan aktivitas ekonomi dan ekspor. Tapi, dengan pulihnya perdagangan global dan pertumbuhan investasi akan menyebabkan peningkatan kembali pertumbuhannya pada 2027.
