Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, kembali menyampaikan sejumlah isu kesehatan publik yang menjadi fokus pemerintah pada awal 2026. Isu ini mencakup pencegahan penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, serta pentingnya deteksi dini melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Melalui temuan dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG), dari data Kemenkes Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat masih yang paling banyak ‘menyumbang’ kasus diabetes. Budi juga menegaskan Kemenkes ke depannya akan lebih ketat dalam mengawasi para penderita diabetes. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia tercatat sekitar 13 persen, namun ia menilai angka tersebut terlalu rendah dibanding prevalensi tekanan darah tinggi karena masih rendahnya deteksi melalui pemeriksaan skrining.
Budi juga menyatakan kanker payudara masih menjadi penyebab kematian tertinggi akibat kanker pada perempuan di Indonesia. Namun, ia menekankan bahwa penyakit tersebut dapat dicegah dan ditangani lebih awal melalui deteksi dini. Selain itu Kemenkes juga memperkirakan sekitar 28 juta penduduk Indonesia mengalami masalah kesehatan jiwa dengan tingkat keparahan yang beragam. Pemerintah menyiapkan puskesmas sebagai garda terdepan penanganan masalah tersebut.
Kementerian Kesehatan mulai memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam program skrining kesehatan untuk membantu deteksi dini penyakit di fasilitas pelayanan kesehatan. Sistem ini digunakan untuk menyaring risiko penyakit berdasarkan data yang dimasukkan oleh pasien. Ia menambahkan bahwa teknologi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan skrining kesehatan, terutama di daerah dengan keterbatasan tenaga medis. Budi menegaskan bahwa Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tidak hanya bertujuan melakukan skrining penyakit, tetapi mendorong perubahan perilaku masyarakat agar hidup lebih sehat.
