Purbaya Ungkap Bakal Aktifkan Lagi Bond Stabilization Fund, Ini Tujuannya

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah berencana mengaktifkan kembali Bond Stabilization Fund (BSF). Tujuannya, untuk menjaga stabilitas pasar surat utang negara sekaligus menahan kenaikan suku bunga obligasi pemerintah yang dalam beberapa waktu terakhir terus meningkat. Menurut Purbaya, skema dana stabilisasi obligasi tersebut sebenarnya sudah pernah dimiliki Kementerian Keuangan, namun selama ini tidak berjalan aktif.

Purbaya menegaskan BSF yang dimaksud merupakan instrumen internal Kementerian Keuangan dan bukan bagian dari skema stabilisasi yang selama ini berada dalam kerangka Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Purbaya menjelaskan, pengaktifan kembali BSF didorong oleh kenaikan yield atau imbal hasil obligasi pemerintah yang dinilai cukup tajam dalam beberapa bulan terakhir. Purbaya menyebut yield surat utang pemerintah sempat berada di level 5,9 persen, naik menjadi 6,1 persen, hingga kini mendekati 6,7 persen.

Kenaikan yield biasanya berbanding terbalik dengan harga obligasi. Ketika yield naik, harga obligasi turun dan berpotensi menimbulkan capital loss bagi investor yang sudah memegang surat utang tersebut, termasuk investor asing. Menurut Purbaya, kondisi itu bisa memicu aksi jual lanjutan apabila kerugian investor terus melebar dan tidak diantisipasi melalui stabilisasi pasar. Ia menambahkan, dana untuk BSF nantinya dapat berasal dari anggaran yang dikelola pemerintah, termasuk APBN. Meski demikian, pemerintah masih akan membahas mekanisme pelaksanaannya lebih lanjut bersama Bank Indonesia.

Search