Pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyetujui anggaran sebesar Rp5 triliun untuk pembangunan 100 gudang baru Perum Bulog. Kebijakan ini bertujuan mendukung peningkatan produksi beras nasional sekaligus memperkuat kapasitas penyimpanan stok pangan di berbagai wilayah Indonesia.
Gudang baru tersebut akan menggunakan teknologi hasil kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang memungkinkan beras disimpan hingga dua tahun tanpa proses fumigasi. Teknologi ini diharapkan meningkatkan kualitas beras agar lebih higienis dan aman dikonsumsi. Selain itu, gudang lama Bulog juga akan direnovasi secara bertahap dengan teknologi serupa.
Pembangunan gudang akan tersebar di seluruh Indonesia, dengan 52 lokasi di lahan milik Bulog dan 48 lokasi dari hibah pemerintah daerah. Total kapasitas penyimpanan diperkirakan mencapai 900 ribu ton. Proyek ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pengelolaan stok beras yang lebih optimal.
