Pemerintah mempercepat pengembangan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai respons terhadap kondisi darurat sampah di Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa proyek ini merupakan arahan langsung Presiden dan ditargetkan mulai tahap konstruksi dalam waktu maksimal tujuh minggu. Langkah ini diharapkan menjadi solusi untuk mengatasi penumpukan sampah yang semakin mengkhawatirkan.
Sebagai bagian dari percepatan, telah dilakukan penandatanganan kerja sama antara pemerintah daerah dan Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) di lima wilayah, yaitu Kota Bekasi, Kota dan Kabupaten Bogor, serta Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Proyek ini melibatkan perusahaan pengelola energi dan sampah untuk mengubah limbah menjadi sumber listrik, sekaligus mengurangi beban tempat pembuangan akhir.
Pemerintah menargetkan proyek ini dapat berkontribusi menyelesaikan sekitar 24–25 persen permasalahan sampah jika seluruh 32 aglomerasi selesai dikembangkan. Selain itu, pemerintah juga menegaskan akan mengambil alih proyek jika terjadi keterlambatan, guna memastikan implementasi berjalan sesuai target dan memberikan dampak nyata terhadap pengelolaan sampah nasional.
