Proyek pembangunan kilang bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin atau gasoline di Cilacap Jawa Tengah dan Dumai Riau resmi dimulai. Proyek ini dikerjakan oleh PT Pertamina (Persero). Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan, proyek tersebut akan meningkatkan kapasitas produksi BBM dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor. Ia menyebut, fasilitas kilang bensin di Dumai dan Cilacap akan menghemat impor BBM sekitar 1,25 miliar dollar AS per tahun atau setara Rp21,5 triliun (asumsi kurs Rp17.255 per dollar AS).
Pengembangan kilang di Cilacap dan Dumai ditargetkan meningkatkan kapasitas tambahan mencapai 62.000 barrel per hari (MBSD) dan direncanakan mulai beroperasi (onstream) pada kuartal IV 2030. Dengan kapasitas tersebut, proyek ini diperkirakan mampu mensubstitusi impor gasoline hingga sekitar 2 juta kiloliter (KL) per tahun, atau setara dengan hampir 9,47 persen dari kesenjangan pasokan dan kebutuhan (gap supply-demand) nasional. Selain mengurangi impor BBM, proyek ini juga diharapkan dapat menekan impor produk turunan seperti elpiji dan propilena.
