Grab Indonesia mengembangkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan machine learning untuk memantau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara real time. Untuk diketahui MBG yang dilakukan Grab merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang sepenuhnya didanai swasta. Head of Safety & Quality Grab Indonesia, Sherylin, menjelaskan sistem ini diklaim mampu mendeteksi potensi risiko sejak dini sebelum makanan sampai ke tangan siswa. Lebih lanjut, penggunaan teknologi dilakukan karena pemantauan manual dinilai masih memiliki celah. Dengan teknologi, proses pengawasan bisa berjalan lebih cepat dan akurat.
Sistem pemantauan ini dilakukan melalui CCTV yang dipasang di tiga area krusial di dapur mitra UMKM, yakni area dapur, area penyajian, serta area serah terima dengan mitra pengemudi. Menurutnya, CCTV tersebut tidak hanya berfungsi sebagai alat perekam, tetapi juga telah dilengkapi teknologi AI yang mampu mendeteksi berbagai anomali secara otomatis. Salah satu fitur utama adalah deteksi penggunaan alat pelindung diri (APD) oleh penjamah makanan. Sistem dapat mengidentifikasi apakah staf dapur menggunakan sarung tangan, masker, hairnet dan celemek sesuai standar.
